Pages

Psikoterapi: Psikologi Klinis Dalam Internet

Sabtu, 10 Januari 2015

    Psikoterapi berasal dari 2 kata yaitu “Psyche” yang artinya jiwa, dan “Therapy” yang artinya penyembuhan. Terapis adalah, adalah orang yang melakukan psikoterapis, dan klien adalah orang yang berkonsultasi tentang masalahnya kepada terapis. Jadi psikoterapi adalah, usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, kejiwaan, mental dan perilaku seorang terapis kepada klien yang bermasalah atau berada dalam situasi kejiwaan yang tidak sama dengan kejiwaan seseorang dalam keadaan normal. Psikoterapi merupakan proses interaksi formal dua pihak antara terapis dengan klien yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan pada satu klien. Terapis membantu klien menimalisir masalahnya dengan memberikan masukan-masuk atau sugesti-sugesti positif pada klien. Pada dasarnya setiap individu memiliki kemungkinan untuk dapat dipengaruhi melalui intervensi psikologi yang direncanakan.

                   

Belakangan ini sangat tidak asing lagi melakukan psikoterapi via internet atau via online. Dimana internet menjadi media penghubung terjadinya komunikasi antara si terapis dengan klien. Biasanya orang yang melakukan psikoterapi online ini adalah orang yang cenderung malu untuk menceritakan masalahnya secara langsung kepada orang lain. Lalu, bisakah dunia psikologi memberikan dampak yang lebih besar lagi bagi masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan internet, membuat mental seseorang lebih sehat tanpa ia harus meninggalkan rumah? Secara umum, penggunaan internet saat ini sudah sangat luas fungsi dan pemakainya, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Data dari World Bank menyebutkan bahwa penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari di negara berkembang terus meningkat setiap tahunnya dari 5,7% di tahun 2004 hingga 26,5% di tahun 2012.

Kenyataannya, fungsi internet sebagai sarana mencari pertolongan saat menghadapi masalah psikologis juga semakin marak berkembang. Banyak ODMK (orang dengan masalah kejiwaan), termasuk orang dengan depresi yang melakukan hal tersebut. Depresi sendiri adalah sebuah kondisi gangguan psikologis yang ditandai dengan perasaan sedih atau kekosongan mendalam, seolah merasa terperosok ke dalam lubang yang gelap dan sulit untuk keluar. Penelitian menunjukkan bahwa setiap orang akan atau pernah mengalami depresi di suatu masa dalam hidupnya, dan itu merupakan hal yang wajar. Namun perlu diperhatikan bahwa depresi bisa bersifat ringan, sedang, hingga berat, dan penanganan yang diberikan perlu disesuaikan dengan tingkat depresi yang dialami.

Nah, fenomena penggunaan internet oleh orang-orang dengan depresi ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa orang yang sedang depresi biasanya menjadi kurang bersemangat beraktivitas, enggan keluar rumah dan menemui orang lain. Namun, perlu diingat bahwa gejala tersebut tidak serta merta membuat mereka sama sekali tidak termotivasi untuk memperbaiki kondisi mereka! Walaupun seringkali sangat kecil, motivasi itu tetap ada dan itulah yang mendorong mereka untuk mencari pertolongan melalui internet karena mereka dapat melakukannya seorang diri, tanpa perlu diketahui oleh orang lain.

Sebuah penelitian menarik mengenai rekomendasi masyarakat terkait cara menghadapi depresi yang diadakan pada tahun 2011 di Vienna, Austria, menunjukkan bahwa 48,4% dari total sekitar 500 responden melakukan dan menyarankan orang lain untuk mencari informasi seputar depresi dari internet. Sementara itu, 39,8% melakukan dan menyarankan orang lain untuk mencari forum online untuk berkomunikasi dengan sesama pengidap depresi. Fakta ini sangat menarik, karena walaupun 94% responden memilih untuk mencari dukungan dari orang terdekat secara langsung, tetapi terlihat pula bahwa internet sudah menjadi salah satu sarana yang dapat diandalkan untuk mencari pertolongan ketika menghadapi depresi.

Indonesia pun tentu tidak terlepas dari perkembangan penggunaan internet untuk pertolongan depresi ini. Melalui social media facebook misalnya, dapat ditemukan dengan mudah grup-grup yang sengaja dibuat untuk mempertemukan orang-orang yang mengidap gangguan mood, termasuk depresi, dan di sana, mereka dapat saling berbagi cerita satu sama lain. Tidak jarang juga ada psikolog atau psikiater yang aktif terlibat dalam diskusi. Salah satu contoh grup tersebut bernama Bipolar Center Indonesia yang sudah memiliki lebih dari 1.000 anggota di Facebook. Komunitas “Bipolar Center Indonesia” ini juga seringkali mengadakan kegiatan tatap muka, namun tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan grup Facebook tersebut membawa banyak manfaat bagi para anggotanya.

Sebagai tambahan, pengalaman penulis menunjukkan bahwa banyak orang yang mengirim email ke email pribadi penulis untuk berkonsultasi seputar depresi yang mereka alami. Banyak dari mereka mengaku enggan pergi ke psikolog/ psikiater karena berbagai alasan, tetapi termotivasi untuk mencari pertolongan via internet.

Di negara-negara maju, seperti Inggris, Australia, Swedia, dan Belanda, penggunaan internet untuk penanganan psikologis yang terstruktur sudah marak dilakukan. Banyak psikolog di negara-negara tersebut mengembangkan website berisi terapi psikologis dengan sasaran para pengidap depresi dan berbagai gangguan psikologis lainnya (lihat :www.moodgym.anu.edu.au untuk salah satu contoh terapi psikologis untuk depresi via website berbahasa Inggris). Sejak tahun 2010, sekelompok peneliti dari Eropa di bidang psikologi klinis bahkan sudah menemukan bahwa perilaku mencari pertolongan psikologis melalui internet dan melalui website terapi psikologis memiliki efektivitas yang setara dengan pertemuan tatap muka dengan psikolog.

Terapi online kini bisa membantu pasien dan membuat jarak menjadi dekat serta yang enggan menjadi mau. Ini menarik untuk pasien yang malu dicap sebagai terganggu jiwanya jika duduk di antrian ke psikiater.

Sebuah penelitian oleh University of Zurich di Swiss dan University of Leipzig di Jerman dan terbit di Journal of Affective Disorders menemukan bahwa psikoterapi lewat internet sama efektifnya dengan psikoterapi langsung. Menurut peneliti, mereka telah mencoba perawatan depresi secara online yang menggunakan metode dan perawatan psikatri yang sama dengan yang dilakukan jika bertatap muka langsung.

Dari penelitian, sebanyak 62 pasien dengan depresi menerima terapi kognitif perilaku dalam jangka waktu dua bulan. Setengah dari pasien mendapatkan waktu tatap muka seminggu sekali selama satu jam dengan psikiater dan sisanya menerima perawatan lewat internet yang terdiri dari menulis tugas dan feedback dari terapis (tanpa interaksi video chatting).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang berbeda dari hasil terapi dengan dua cara yang berbeda ini. Depresi menghilang pada 50% pasien yang langsung bertatap muka dan 53% dari mereka yang dirawat lewat dunia maya.

Setelah tiga bulan, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa efek perawatan online ternyata lebih tahan lama dimana pasien yang mendapatkannya sebanyak 57% merasa hidupnya lebih maju dan pasien yang bertatap muka hanya 42% saja yang merasa ada perkembangan signifikan.

Para ahli berpendapat bahwa terapi lewat internet yang lebih menekankan kemandirian menjadi salah satu faktornya. Walau begitu, karena online dan anonim, pasien bisa dengan mudah keluar dari program sehingga cukup sulit untuk memantau lebih lanjut bagi mereka yang keluar begitu saja. (PopularScience)

 Cara seperti ini mempermudah konsultasi. Karena memiliki beberapa keuntungan seperti :

1.Masalah lokasi, misalnya lokasi penyedia layanan kesehatan mental terlalu jauh atau sulit terjangkau. Bisa juga karena klien sering bepergian dan jarang menetap di suatu lokasi, jadi sulit baginya mengunjungi satu lokasi layanan kesehatan mental secara rutin.

2.Klien sulit menyesuaikan waktu dengan jadwal praktek psikolog/ psikiater yang biasanya hanya tersedia pada jam kerja.

3.Biaya konsultasi dengan psikolog/ psikiater yang terbilang mahal untuk klien-klien dengan latar belakang sosial ekonomi tertentu. Hal ini mendorong klien untuk mencari pertolongan lewat jalan lain terlebih dahulu yang lebih ekonomis, salah satunya melalui internet.

4.Klien merasa terdorong dan percaya bahwa dirinya dapat berperan mandiri dalam mengenali dan menghadapi masalah kesehatan mental, dalam hal ini depresi, yang sedang ia hadapi.

5.Klien yang memiliki motivasi tinggi untuk menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi merasa cocok dengan gaya mencari pertolongan via internet karena ia akan banyak mengandalkan dirinya sendiri selama proses konsultasi atau terapi psikologis.

6.Banyak sekali klien yang sudah cakap dengan penggunaan internet dan gadget, sehingga mudah bagi mereka untuk mencari informasi terkait masalah psikologis yang mereka alami melalui internet. Sekalipun klien memiliki kesulitan, ia dapat dibantu oleh orang terdekat di rumah untuk menggunakan internet.

7.Banyak pengidap gangguan psikologis, termasuk pengidap depresi, menyatakan bahwa mencari pertolongan di internet secara umum dapat lebih membebaskan mereka dari stigma bahwa mereka memiliki gangguan jiwa daripada jika mereka pergi menemui psikolog atau pergi ke rumah sakit jiwa.

Selain itu biasanya orang yang melakukan psikoterapi ini pada titik awal masalahnya biasanya memberi keuntungan seperti dapat menghapus, mengubah, dan menghambat gejala lebih lanjut. Selain itu juga meningkatkan pertumbuhan kepribadian yang positif.

Namun dibalik beberapa keuntungan tersebut juga terdapat keterbatasan dalam psikoterapi online ini, seperti :
1. Sang terapis kurang tahu lebih tentang kondisi pasien, karena sang terapis tidak mengetahui bahasa tubuh klien, karena selain mendengarkan cerita klien secara langsung, terapis juga harus melihat bahasa tubuh klien.
2. Hasilnya kurang akurat karena tidak terjadinya komunikasi secara langsung.

Ada beberapa contoh aplikasi psikoterapi online ini, yaitu :
1. ELIZA, sebuah program perangkat lunak yang ditulis oleh Joseph Weizenbaum pada 1960 untuk meniru komunikasi seorang terapis. Ini adalah contoh pertama dari computer dimediasi interaksi menggunakan bentuk yang sangat sederhana dari psikoterapi.
2. E-Terapi, adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan akses kepada klien untuk berkonsultasi dengan seorang terapis yang professional dalam kesehatan mental secara online. Terapi ini juga sering dilakukan melaui  komunikasi lewat email dengan terapis, hal ini juga dapat termasuk chat dan konferensi melalui video call, meskipun cara ini kurang sering digunakan.

Referensi :





Tabel Kinerja

NPM
NAMA
KERJA
11513981
Mencari Materi Tentang Keterbatasan Psikoterapi Online
14513212
Mencari Materi Tentang Pengertian Psikoterapi Online
16513997
Mencari Materi Tentang Kelebihan Psikoterapi Online
17513644
Mencari Materi Tentang Aplikasi Psikoterapi Online
19513085
Menyusun dan Mengedit Materi
19513515
Membuat Tabel Kinerja


Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet

Sabtu, 06 Desember 2014


Dalam berinternet para netter dibuai dengan banyaknya fitur internet seperti mailing, chatting gaming, serta jejaring sosial. Dalam menggunakan fitur tersebut kita biasanya tidak lah sendiri, melainkan kita bertemu netter lain baik secara langsung maupun tidak dan karena hal tersebut muncullah komunikasi diantara para netter karena desakan kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan aktualisasi diri dan kebutuhan akan eksistensi orang lain. Dari komunikasi itulah timbul ketertarikan antara netter satu dengan lainnya seperti seorang gamer yang menjagokan karakter buatan orang lain yang jauh lebih kuat dari karakter game yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring sosial yang tertarik dengan lawan jenis setelah melihat gambar profil orang lain yang dianggapnya menarik, bahkan dengan fitur teleconference yang juga disediakan dalam berinternet menambah peluang terjadinya ketertarikan antara netter satu dengan lainnya.

Hambatan Psikologi dalam Interpersonal-Relation

Sejalan berkembangnya ketertarikan interpersonal dalam internet muncullah suatu relationship (hubungan) seperti pertemanan, murid-guru kelompok, hubungan kerja, bahkan hubungan kekasih. Namun dalam berjalannya hubungan tersebut tidak sepenuhnya lancar atau aman, bahkan ada beberapa kejadian dimana suatu hubungan harus hancur karena beberapa hal yaitu :

1. Identitas Palsu, dalam dunia maya seorang netter dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dirancang seseorang pada akun facebooknya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada facebooknya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai sesuatu.

2. Kurang Terjaminnya Komitmen setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian pooof menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau tidak online lagi.

3. Kurang Berlakunya Norma dan Etika, sering jika anda berkunjung ke situs (yahoo.com) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan eksplisit dimana pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.

4. Perilaku Negatif dalam Interpersonal Online-Relation
Selain adanya hambatan dalam terjalinnya hubungan di dunia maya di dalamnya juga terdapat beberapa perilaku negatif seperti adanya cyber-cheating dan cyber flirting.

5. Cyber Cheating, atau perselingkuhan yang terjadi di internet dapat terjadi ketika seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan orang lain Misalkan seorang istri memiliki akun jejaring sosial dimana mantannya masih terdaftar dalam daftar temanya dan selama ini dia sering chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan mantannya itu, maka hal tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.

6. Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya. cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting tersebut.

7. Keterbatasan saat melakukan interpersonal online relation Biaya yang dikeluarkan lebih banyak daripada berkomunikasi menggunakan telapon karena harus mempunyai prangkat pc atau laptop beserta dengan jaringan telapon yang disambungkan untuk mengakses internet itu sendiri.

Sumber :

http://deathneverlost.wordpress.com/2012/11/18/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-interpersonal/





NPM
NAMA
KERJA
11513981
Damar Surya
Cyber Cheating
14513212
Iga Puspitasari
Cyber Flinting
16513997
Putri Andriani
Hambatan Psikologi
17513644
Riesa Callista
Keterbatasan dalam Interpersonal OnlineRelation
19513085
Valinka Isabella Putri Korompis
Dampak Negative
19513515
Yosua Rulianto
Dampak Negative




DAMAR

Internet Addiction

Rabu, 29 Oktober 2014

Internet Addiction

Seperti halnya adiksi terhadap zat, adiksi internet dapat diartikan sebagai pemakaian internet secara terus-menerus sehingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Pada masa kini, internet sudah sebagai kebutuhan umum bagi masyarakat. Mereka mengerjakan berbagai hal dengan mengandalkan internet. Seiring berkembangnya internet dan juga alat elektronik yang semakin berkembang menjadikan masyarakat pada masa kini sangat bergantung pada internet dengan alat elektronik yang juga mendukung jalannya proses internet tersebut. Dengan menggunakan smartphone mereka sudah bias mengakses internet untuk sekedar chatting atau mencari informasi atau berita di aplkasi browser. Internet telah membawa perubahan yang revolusioner tidak hanya di ruang lingkup computer, tetapi juga didunia komunikasi. Namun, internet juga dapat menimbulkan suatu hal yang berdampak tidak terlalu baik bagi pengguna internet. Bukan hal yang mustahil bila ada orang yang merasa kecanduan dan susah untuk meninggalkan kebiasaan menggunakan internet.
Salah satu gejala kecanduan internet adalah sering lupa waktu saat mengakses internet. Mereka bisa berjam-jam menggunakan internet hanya untuk chatting, browsing, ataupun bermain game online. Kecanduan internet pada anak-anak merupakan simtom psikologis dan berkaitan dengan gangguan fisiologis yang muncul dalam bentuk ketergantungan yang berlebiyhan terhadap World Wide Web.
Kecanduan internet mempunyai gejala serupa dengan kecanduan obat-obatan. Hal itu telah diteliti di beberapa Negara Asia seperti China dan Korea Selatan. Dengan internet sebagai teman terdekat setiap saat, kecanduan internet adalah bukan hal yang mustahil. Beberapa ahli kejiawaanmenyebut keadaan ini sebagai Internet Addiction Disorder or Problematic Internet Use (Gangguan Kecanduan Internet atau Penggunaan Internet yang Problematik). Kebanyakan penelitian menemukan kecanduan internet lebih umum terjadi pada laki-laki, tetapi beberapa menemukan jumla perempuan lebih besar atau tak ada perbedaan gender.

Faktor Etiologi :

Faktor Etiologi adalah factor-faktor penyebab bagi pengguna internet yang kecanduan. Namun itu tidak terjadi secara begitu saja, melainkan ada sebab-sebab yang menyertainya, karena suatu perilaku kecanduan terjadi oleh periode waktu-waktu tertentu sebagai hasil interaksional dan adanya perilaku menyimpang.

a.      Cognitive-Behavioral Model
Cognitive-Behavioral Model adalah emosional, fisiologis, dan perilaku respon individu sebagai dimediasi oleh persepsi mereka tentang pengalaman, yang dipengaruhi oleh keyakinan mereka dengan cara karakteristik mereka berinteraksi dengan dunia, serta oleh pengalaman sendiri. Dari perspektif ini, pecandu internet ditampilkan arti-penting kegiatan, sering mengalami keinginan dan perasaan disibukkan dengan internet saat offline. Ia juga menunjukkan bahwa menggunakan internet sebagai cara untuk menghindari perasaan menggangu, mengembangkan toleransi internet untuk mencapai kepuasan, mengalami penarikan, kapan mengurangi penggunaan internet, penderitaan saat meningkatnya konflik dengan orang lain karena aktivitas, dan kambuh kembali ke internet juga tanda-tanda kecanduan.

b.      Neuropsychological Model
Neuropsychological Model adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi otak yang berkaitan dengan suatu perilaku yang terjadi pada individu. Seorang individu akan diklasifikasikan sebagai pecandu internet asalkan ia memenuhi apa pun dari tiga kondisi berikut :
1.      Salah satu akan merasa bahwa lebih mudah untuk mencapai aktualisasi diri secara online daripada di kehidupan nyata.
2.      Salah satu akan mengalami dysphoria dan depresi setiap kali akses ke internet rusak atau tidak berfungsi.
3.      Mereka akan berusaha menyembunyikan waktu penggunaan internet dari keluarga.


Sumber  :
michelleguerranathan.wordpress.com/2013/11/14/internet-addiction-faktor-etiologicompensation-theory/
fauziaputri.wordpress.com/2013/12/01/internet-addiction/
ururureaoka.blogspot.com/2011/06/internet-addiction-kecanduan-internet.html

NPM
NAMA
KERJA
11513981
Damar Surya
Mencari Referensi
14513212
Iga Puspitasari
Mencari Referensi
16513997
Putri Andriani
Mencari Referensi
17513644
Riesa Callista
Mencari Sumber
19513085
Valinka Isabella Putri Korompis
Menyusun Tulisan dan Tabel
19513515
Yosua Rulianto
Mencari Sumber


Valinka Isabella

Layanan Aplikasi di Internet

Kamis, 09 Oktober 2014

Pengertian WWW
WWW merupakan kepanjangan dari (World Wide Web) yang dapat diartikan sebagai suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian dari pada Internet. Dengan kata lain www juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan untuk semua bagian Internet yang dapat diakses dengan software web browser. Dengan adanya WWW, kita bisa menerima berbagai macam informasi dalam berbagai format. WWW sering disebut juga sebagai protokol pada sebuah URL (Uniform Resource Locator). Fungsi WWW sendiri sebenarnya adalah menyediakan data serta informasi yang dibutuhkan untuk dapat dipergunakan bersama.
WWW pertama kali dikembangkan di Pusat Penelitian Fisika Partikel Eropa (CERN), Jenewa, Swiss. Sekitar tahun 1989 Berners-lee membuat proposal untuk proyek pembuatan hypertext secara global, kemudian pada bulan Oktober 1990, ‘World Wide Web‘ sudah bisa dijalankan dalam lingkungan CERN. Pada musim panas tahun 1991 dan WWW resmi digunakan secara luas pada jaringan Internet.
Pengertian Email
E-mail (electronic mail) adalah surat dalam bentuk elektronik. E-mail merupakan salah satu fasilitas atau aplikasi internet yang paling banyak digunakan dalam hal surat-menyurat. Hal ini dikarenakan e-mail merupakan alat komunikasi yang murah, cepat, dan efisien. Menggunakan e-mail memungkinkan kita untuk mengirimkan pesan dalam bentuk surat ke seluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat dan biaya yang murah. E-mail yang dikirimkan akan sampai ke alamat yang dituju sesaat e-mail tersebut dikirimkan. Biaya yang dikluarkan pun hanyalah biaya untuk mengakses internet pada saat kita mengirimkan/membuka untuk menerima e-mail tersebut. Komunikasi menggunakan e-mail dilakukan dengan cara mengaktifkan pesan yang akan kita kirim pada software yang dikhususkan untuk keperluan ini, misalnya Microsoft Outlook.
Search Engine
Search Engine (mesin pencari) adalah sebuah pemrogaman yang dibikin untuk membantu orang dalam mencari serta menemukan sebuah informasi dengan mengetikkan suatu kata kunci (keyword).
Secara bahasa search engine adalah mesin pencari, mesin penelusur, dan mesin pelacak. Menurut Wikipedia, mesin pencari atau search engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.
Cara kerja search engine adalah dengan cara menyimpan database yang ada di internet untuk kemudia ditampilkan sesuai dengan kecocokan kata kunci yang diketikkan pada search engine dengan database yang ada.
Tak hanya menampilkan hasil pencarian berupa halaman web, search engine juga menampilkan informasi hasil pencarian berupa pranala yang merujuk pada file, misalnya audiao, video, gambar, foto, dan sebagainya. Bahkan seiring majunya teknologi pun terus berkembang, hasil pencarian berupa produk, layanan dan beragam informasi lainnya.
Contoh dari search engine adalah Google, Yahoo, Bing, MSN, AOL, Ask, dan lainnya
Chatting
Chatting adalah percakapan antar sesama pengguna komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Percakapan ini bias dilakukan dengan saling berinteraksi melalui teks, maupun suara. Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk chatting, baik melalui SMS, aplikasi messenger seperti Yahoo! Messenger, MSN Messenger, mIRC, dll.
Chatting adalah suatu program untuk para pengguna internet dimana saja berada agar bisa mengenal satu sama lain walupun berada jauh satu sama lain. Dengan chatting kita juga bisa melihat wajah orang yang baru kita kenal tersebut dengan menggunakan webcam.
Chatting atau pesan instant atau instant messaging adalah sebuah teknologi jaringan yang mengijinkan pesan ke pengguna lain yang tersambung dalam sebuah jaringan LAN atau Local Area Network ataupun internet.
Sekarang chatting tidak hanya menngunakan komputer saja tetapi sudah bisa chatting menggunakan aplikasi yang ada di handphone kita seperti WhatsApp Messenger, KakaoTalk Messenger, weChat, Line Messenger, eBuddy Messenger, Viber dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah etika chatting yang mungkin sudah dipahami oleh semua pengguna chatting, yaitu:
·         Harus sopan, siapa pun partner chatting kita, mengenalnya atau tidak, jangan sampai kita memperlakukan partner chatting dengan tidak sopan, seperti mengetikkan kata-kata porno atau kata-kata yang kasar atau tidak pantas lainnya.
·         Jangan memaksakan kehendak, apapun alasan partner chatting sehingga dia tidak mau melayani percakapan dengan kita, kita harus menghormatinya dan tidak boleh memaksanya untuk menjawab atau meladeni percakapan kita.
·         Harus jujur, usahakan untuk menulis sesuatu apa pun dengan jujur (kecuali untuk hal-hal yang menyangkut privasi), karena hal ini akan membuat partner chatting kita percaya dan menghargai kita.
·         Jangan suka menggangu dan iseng, walaupun partner chatting kita terlihat online belum tentu dia  mempunyai waktu untuk chatting dengan kita.
·         Ucapkan salam, tidak ada buruknya mengucapkan salam pada saat chatting.
·         Jangan menulis dengan menggunakan HURUF BESAR (kapital) karena hal ini mengandung arti teriakan sehingga dapat membuat [artner chatting tersinggung.
·         Jangan terlalu banyak membuka dialog pada saat yang bersamaan.
·         Jangan lupa meminta izin kepada partner chatting pada saat ingin meninggalkan ruang obrolan atau offline.
·         Jangan sekali-kali mengalihkan pembicaraan.
·         Gunakanlah nickname yang baik dan sopan.
·         Jangan pernah memberikan alamat atau nomor telepon kepada orang yang belu anada kenal.
Netiquette
Netiquette adalah singkatan dari “network etiquette” atau “internet etiquette”. Secara mudah, Netiquette (Netiket) adalah etiket di jaringan dunia maya. Etiket tersebut dibawa pada saat menggunakan internet, dari emboard, social networking, chat dan sebagainya. Sama seperti halnya sebuah komunitas, forum digital juga mempunyai aturan dan tata tertib tertentu, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet.
Kesalahan komunikasi atau pengertian sangat mudah terjadi di internet, misalnya dalam mengirim atau menerima pesan yang kemudian diterima dengan arti yang salah atau berbeda. Orang awam mungkin tidak tahu istilah terbaru dalam SMS (short message service), dan sulit untuk memahami kalimat yang tidak lengkap dan ejaan salah. Beberapa orang dengan cepat menyerang dan agresif dengan kata-kata mereka di Internet, dan mereka dapat dengan mudah menyatakan hal yang tidak akan mereka katakan secara pribadi. Cyber-bullying adalah salah satu contoh dari perilaku buruk di internet, ketika orang tidak menerapkan aturan-aturan sederhana dari Netiket.
Hal paling mendasar dari netiket adalah senantiasa menyadari bahwa kita berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain — bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya.
Pemahaman atas Netiket mesti ditumbuhkan, sebagai pengetahuan yang melekat pada individu ataupun sebagai bagian budaya dari institusi. Ketidaktahuan atas netiket akan menimbulkan dampak negatif yang sangat merugikan, karena internet salah satunya memiliki karakter ‘menyimpan data’ yang teramat kuat. Sebuah kesalahan yang dibuat akan tersimpan dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan kadang selamanya.
Contoh Kasus: Hina Lewat Twitter, Pelajar SMU di Malang Jadi Tersangka. Mencaci di Facebook, Mahasiswa Unej Diancam 4 Tahun Penjara. Merasa Difitnah di Facebook, Dosen Unsri Lapor ke Polisi. Menghina Lewat Facebook, Farah Divonis 2 Bulan Bui. Sebar Surat Terbuka, Mahasiswa Unisba Terancam Tak Lulus.
TABEL KINERJA
NPM
NAMA
PERAN
19513515
Yosua Rulianto
Mencari Pengertian EMAIL dan WWW
11513981
Damar
Mencari Pengertian LEMBAGA BADAN HUKUM dan LAYANAN ONLINE
16513997
Putri Andriani
Mencari Pengertian INTERNET dan ISP
14513212
Iga Puspitasari
Mencari Pengertian CHATTING dan SEARCH ENGINE
17513644
Riesa Callista
Mencari Pengertian NETIQUETTE dan CONTOH KASUS
19513085
Valinka Isabella Putri Korompis
Mencari Materi PERANGKAT INTERNET



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS